Isi Curhat Thiago Silva di PSG Bikin Nyesek

Mantan kapten PSG, Thiago Silva.

PSG INDONESIA MEDIA – Tiga tahun setelah kepergiannya, Thiago Silva mengenang waktunya di PSG dalam wawancara dengan The Guardian.

Dia juga membahas kegagalan PSG di Liga Champions dan hubungan rumit dirinya selama di klub.

Sebagai kapten selama delapan musim, Thiago Silva sebenarnya enggan meninggalkan Paris Saint Germain setelah kalah dalam final Liga Champions melawan Bayern Munchen.

Baca juga: Prediksi Cray Valley PM vs Charlton Athletic, Lanjut Kemenangan Tertunda

“Kegagalan di Liga Champions adalah hasil dari suatu proses keseluruhan.”

“Tidak ada yang terjadi secara instan.”

“Hanya memiliki banyak uang tidak berarti Anda akan mencapai segalanya. Sepak bola tidak berfungsi seperti itu,” kata Thiago Silva.

“Ketika Anda tidak memiliki rencana jelas tentang apa yang Anda inginkan, hal-hal tidak berjalan,” jelas Thiago Silva

Verratti Silva
Verratti dan Silva di PSG.

Baca juga: Prediksi Arab Saudi vs Pakistan, Laga Beda Level

Dia memang tidak menahan kritik terhadap PSG.

Menurutnya, PSG gagal belajar dari kekalahan tersebut.

Bagi mantan pemain Milan itu, ungkapan “jatuh untuk bangkit lebih baik” sepertinya tidak ada di ibu kota.

“Biasanya, kegagalan membuat Anda berkembang.”

“Di PSG, kami melangkah satu langkah, lalu mundur tiga. Itu benar-benar sangat sulit. Tekanan terlalu kuat,” ucapnya.

Pemain Brasil berusia 39 tahun ini berpendapat bahwa PSG sejak kedatangan QSI membuat kesalahan strategis dengan menjauhkan publik Prancis.

Neymar, Silva, Marquinhos
Neymar, Silva, dan Marquinhos.

“Pertama-tama, Anda harus dihormati di dalam negeri Anda untuk dihormati di luar.”

“Kami tidak melakukannya. Kami malah melakukan sebaliknya dari yang seharusnya kami lakukan.”

“Kami ingin dicintai di luar negeri, tetapi kami tidak melakukan apa-apa untuk dihormati di rumah,” terangnya.

“Pada awalnya, komentar media baik dan ada perasaan positif di seluruh Prancis untuk mendukung tim Prancis.”

Thiago Silva dan Neymar.
Thiago Silva dan Neymar.

“Tetapi dua atau tiga tahun kemudian, semuanya berubah. Komentarnya berbeda. Sepertinya ada sesuatu yang mencegah orang untuk bersorak-sorai untuk Paris.”

“Saya masih tidak tahu mengapa,” ucapnya.

Thiago Silva menyimpulkan pernyataannya tentang PSG dengan menegaskan bahwa mimpinya adalah memenangkan Liga Champions sama seperti Neymar, Marquinhos, dan Verratti.

Namun, itu semua tinggal sejarah bagi mereka yang sudah hengkang.

Hanya Marquinhos yang masih bisa mewujudkan impian itu dengan PSG.

Baca juga: Bursa Transfer: PSG Butuh Gelandang Cepat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *