Apa Itu Cedera Dislokasi Bahu yang Dialami Jude Bellingham?

Jude Bellingham mengalami cedera bahu.

PSG INDONESIA MEDIA – Dislokasi bahu umum terjadi dalam sepak bola. Salah satunya diderita oleh Jude Bellingham, pemain Madrid. Artikel ini membahas gejala, penyebab, pengobatan, dan diagnosis yang terkait dengan kondisi dislokasi bahu.

Cedera ini melibatkan dislokasi sendi antara tulang klavikula dan tulang belikat.

Kepala humerus keluar dari rongga di omoplat. Ini kemudian menyebabkan gangguan pada persendian bahu.

Anatomi bahu
Anatomi tulang bahu. (Gambar: evidencesportandspinal.com)

Meskipun cedera ini relatif ringan, penderitanya harus segera mendapatkan perawatan medis untuk memulihkan posisi normal dari persendian bahu.

Persendian yang terkena adalah “scapulohumeral” yang menghubungkan humerus dan scapula.

Gejala dislokasi bahu bisa meliputi:

  • Bahu terlihat cacat atau tidak pada tempatnya
  • Bengkak atau memar
  • Rasa sakit luar biasa
  • Ketidakmampuan untuk menggerakkan sendi

Mengutip laman Mayo Clinic, dislokasi bahu dapat menyebabkan mati rasa, lemas atau kesemutan di dekat cedera, seperti di leher atau lengan. 

Otot-otot di bahu mungkin kejang, yang dapat meningkatkan rasa sakit.

Apa yang penyebab umum terjadinya dislokasi bahu?

Sendi bahu merupakan sendi tubuh yang paling sering mengalami dislokasi. Sebab, dia bergerak ke beberapa arah.

Akibatnya, bahu bisa terkilir ke depan, ke belakang, atau ke bawah. Itu juga dapat membuat terkilir seluruhnya atau sebagian.

Kebanyakan dislokasi terjadi melalui bagian depan bahu

Jika ligamen bahu meregang atau robek, maka seringkali membuat dislokasi semakin parah.

Dislokasi bahu Sergio Ramos
Pemain sepak bola, Sergio Ramos mengalami dislokasi bahu saat pertandingan.

Penyebab dislokasi bahu pada umumnya karena menerima pukulan kuat secara tiba-tiba pada bahu.

Sendi bahu yang berputar secara ekstrem dapat membuat bola tulang lengan atas keluar dari rongga bahu. 

Pada dislokasi parsial, tulang lengan atas sebagian masuk dan sebagian keluar dari soket bahu.

Penyebab dislokasi bahu ditemukan pada aktivitas berikut:

  • Olahraga – Dislokasi bahu umum terjadi pada olahraga kontak, seperti sepak bola, rugby dan hoki
  • Trauma di luar olahraga – Adanya hantaman keras pada bahu saat kecelakaan kendaraan bermotor, ini bisa menyebabkan dislokasi.
  • Salah mendarat – Mendarat dengan tidak tepat setelah terjatuh, misalnya dari tangga atau tersandung karpet dapat menyebabkan bahu terkilir.

Cara diagnosis dislokasi bahu dari profesional medis

Untuk mendiagnosis dislokasi bahu, seorang spesialis ortopedi akan melakukan diskusi mengenai riwayat cedera, mengevaluasi gejala, melakukan pemeriksaan fisik pada bahu dan lengan.

Tenaga medis juga mengambil riwayat kesehatan lengkap pasien.

Tes pencitraan seperti sinar-X, CT scan, MRI, dan USG muskuloskeletal mungkin diperlukan untuk melihat adanya patah tulang atau cedera jaringan lunak, mengutip laman Penn Medicine.

Ahli radiologi muskuloskeletal akan meninjau hasil pemindaian lalu membuat diagnosis akurat.

Pilihan perawatan dapat melibatkan terapi konservatif atau bahkan pembedahan, tergantung pada tingkat keparahan dislokasi dan adanya cedera tambahan pada bahu.

Baca juga: Boca Juniors Lagi Genting! Cavani Cedera Otot Paha

Pengobatan dengan Pembedahan untuk Dislokasi Bahu

Pengobatan dengan cara operasi dislokasi bahu dapat memperbaiki kerusakan saat bahu terlepas dari soketnya.

Bedah tersebut dapat mencakup perbaikan ligamen dan tendon yang robek atau perbaikan patah tulang lainnya yang mungkin terjadi selama cedera.

Operasi dislokasi bahu meliputi:

1. Teknik Artroskopi Lanjutan

Dokter ortopedi sering menggunakan teknik artroskopi minimally invasive untuk memperbaiki jaringan lunak dan patah tulang yang terjadi akibat dislokasi bahu.

Dokter akan membuat sayatan kecil di area bahu dan menyisipkan tabung tipis yang disebut artroskop dengan lampu kecil dan kamera di ujungnya.

Hal ini memungkinkan dokter untuk melihat struktur dalam sendi bahu dan area sekitarnya, kemudian melakukan perbaikan dan rekonstruksi ligamen, tendon, dan patah tulang lainnya.

Teknik bedah artroskopi memungkinkan waktu pemulihan yang lebih cepat dan mengurangi rasa sakit.

2. Rekonstruksi dan Perbaikan Ligamen dan Tendon

Cedera pada tendon dan ligamen sering menyertai dislokasi bahu.

Rekonstruksi tendon dan ligamen mungkin diperlukan untuk memperbaiki kerusakan tersebut.

Dengan menggunakan teknik artroskopi canggih, ahli ortopedi melakukan rekonstruksi tendon dan ligamen dan/atau transfer untuk meningkatkan fungsi dan mengurangi instabilitas bahu.

Penguatan dan perbaikan pada tendon dan ligamen bahu mengurangi risiko dislokasi bahu di masa depan.

3. Pemindahan dan Pencangkokan Tulang

Dalam situasi tertentu setelah dislokasi bahu, tulang di socket bahu (glenoid) atau bola (humeral head) dapat mengalami kerusakan.

Untuk menstabilkan bahu dan mencegah dislokasi lebih lanjut, serpihan tulang dari bagian lain di bahu atau tubuh mungkin perlu dipindahkan ke glenoid atau humeral head.

Hal ini sering dilakukan bersamaan dengan rekonstruksi tendon dan ligamen dan dapat dilakukan secara artroskopis atau melalui sayatan pada bahu.

Baca juga: Astaga! Haaland Cedera saat Bela Norwegia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *